1. Apakah Lesbian?
Lesbian adalah perempuan yang mencintai perempuan. Perempuan yang tertarik baik secara emosional maupun seksual terhadap perempuan lain. Banyak lesbian yang meyakini bahwa ia memiliki perasaan itu karena pemberian Tuhan dari lahir (given), tetapi sebagian lagi mengatakan sebagai pilihan politik. Ketika seorang perempuan yang mencintai perempuan memutuskan untuk menjadi lesbian maka itu dikatakan sebagai pilihan orientasi seksual. Dan ketika dia dengan yakin mengatakan “Aku adalah Lesbian”, maka itu dikatakan sebagai
identitas seksual.
2. Siapakah Lesbian?
Lesbian bisa siapa saja. Ada pelajar, mahasiswa, guru, dokter, pengacara, pekerja pabrik, polisi, politikus, menteri, bintang film, artis, ibu rumah tangga, suster, supir truk, model, jurnalis, penulis novel dan aktivis Perempuan yang lesbian. Ada orang kulit putih, kulit hitam, Asia, Hispanik dan orang Indian yang lesbian. Mereka bisa saja orang Yahudi, Katolik, Protestan, Buddha, penganut Kepercayaan, atau Muslim. Lesbian ada yang kaya, ada juga yang miskin, buruh kasar atau kelas menengah, muda atau tua. Ada lesbian yang berada dalam pernikahan secara heteroseksual. Ada juga lesbian yang penyandang cacat.
3. Bagaimana Aku Tahu Diriku Lesbian?
Seorang perempuan mengetahui dirinya lesbian ketika ia tertarik baik secara emosional maupun seksual kepada perempuan lainnya. Jadi ketika kamu merasakannya, tak usah ragu dan takut untuk mengakuinya kepada dirimu sendiri bahwa kamu lesbian.
4. Apakah Lesbian Itu NORMAL?
Orang cenderung melihat unsur seks saja dari hubungan lesbian, itulah yang mereka lihat. Mereka tak mengerti bahwa ini juga melibatkan cinta dan emosional. Jadi, kepada siapapun kamu jatuh cinta, itu adalah seksualitas yang normal. Menjadi diri sendiri itu normal dan sehat. Yang penting adalah belajar untuk menyukai dirimu sendiri sebagai lesbian.
5. Apakah Aku Bebas Memilih?
Selama masa remaja, sebagian besar perempuan muda mulai menyadari perasaan seksualnya dan mempunyai minat untuk berkencan. Banyak perempuan muda secara fisik merasa tertarik pada lelaki. Tetapi ada juga perempuan muda yang tertarik secara fisik kepada perempuan.
Kamu mungkin memperhatikan bahwa dirimu “terangsang” oleh perempuan lain. Kamu mungkin merasa berbeda dengan teman-teman perempuanmu yang lain, sepertinya kamu merasa kadang-kadang tak bisa klop. Ketika teman-teman perempuan melirik cowok, kamu mungkin malahan melirik cewek. Kamu tak berminat berkencan dengan cowok. Kamu mungkin bertanya-tanya, Mengapa tak ada cowok seperti cewek-cewek keren yang seringkali aku jumpai? Mungkin kamu merasa bingung juga atau tak yakin kalau kamu lesbian. Kamu mungkin bingung karena kamu tertarik baik pada lelaki maupun perempuan, dan itu tak jadi soal. Ada perempuan yang punya hubungan dengan lelaki maupun perempuan dalam hidup mereka. Ada juga perempuan yang pada akhirnya memutuskan untuk menjadi lesbian saja atau heteroseksual saja. Seksualitas biasanya berkembang seiring dengan waktu, jadi jangan khawatir kalau kamu tidak yakin.
6. Salahkah Aku Ketika Memilih Menjadi Lesbian?
Kamu tumbuh dalam masyarakat yang punya pandangan negatif karena mendapatkan informasi yang salah tentang lesbian. Jadi yang paling penting adalah kamu memandang positif pilihanmu untuk menjadi lesbian. Orientasi seksual kamu hanyalah salah satu bagian dari
dirimu. Salah satu bagian dari variasi seksualitas manusia. Dan itu adalah hak asasi mu. Jadi tidak ada yang salah dengan dirimu sebagai seorang lesbian.
7. Bagaimana Aku Belajar Menyukai Diriku Sendiri?
Semua orang itu berharga. Mengembangkan rasa menghargai diri sendiri itu penting bagimu. Kamu mungkin merasa terkucil, takut, dan tertekan, terlebih lagi jika tak ada orang untuk diajak bicara tentang menjadi lesbian. Kamu dapat mencari pertolongan dengan membaca buku yang baik tentang lesbian. Buku dengan informasi yang akurat tentang lesbian yang menjalani hidup dengan utuh. Bertemu dengan sesama lesbian sangat penting, karena kamu akan melihat kalau lesbian itu juga bermacam-macam seperti halnya kelompok-kelompok
orang lain. Kamu dapat mengatakan kepada diri kamu sendiri setiap hari, “Aku lesbian dan aku baik-baik saja”. Cari seseorang untuk bercakap-cakap yang juga yakin kalau lesbian itu baik-baik saja.
8. Bagaimana Aku Dapat Menemukan Sesama Lesbian atau kelompok pendukung?
Carilah informasi tentang organisasi lesbian ataupun organisasi yang membela kelompok lesbian. Bisa juga mencari informasi lewat berita di koran, majalah, dan internet. Ketika menemukannya, jangan malu untuk mendatanginya dan bergabung dengan mereka. Kamu akan menjadi kuat ketika kamu menemukan teman-teman sesamamu untuk saling berbagi
dan menguatkan. Juga teman-teman yang bukan lesbian namun memberikan dukungan kepadamu.
9. Bagaimana dengan HIV/AIDS?
Tiap orang harus tahu tentang HIV, virus yang menyebabkan AIDS, bagaimana penularannya, dan bagaimana mencegah agar tidak tertular. Kamu dan pasanganmu harus membicarakan faktor-faktor resiko diri kamu dan dirinya akan penularan HIV dan memutuskan cara seks yang
aman seperti apa yang akan dipakai. Lesbian yang mempunyai resiko adalah mereka yang:
* Mempunyai hubungan seks dengan laki-laki tanpa kondom.
* Melakukan oral seks dengan perempuan yang terkena HIV/AIDS tanpa pengaman.
* Pengguna Nafza (Narkoba dengan jarum suntik secara bergantian)
10. Setelah Aku Merasa Kuat dan Bangga Menjadi Lesbian, Apa Yang Harus Aku Lakukan?
Berjuanglah bersama teman-teman lesbianmu. Cari kelompok pendukung untuk melakukan upaya-upaya terwujudnya perubahan kebijakan Negara yang memihakmu. Tidak mudah memang, tapi bisa dimulai dengan memperkenalkan isu lesbian kepada keluargamu, teman-temanmu dan tetanggamu. Menulis artikel tentang isu lesbian di koran, majalah, website, dll. Atau kamu bisa aktif di dalam gerakan perempuan dan bersama-sama mereka memperjuangkan terwujudnya keadilan dan demokrasi bagi perempuan (termasuk di dalamnya keadilan dan demokrasi bagi lesbian).
