Sabtu, 29 Maret 2008

9 Rahasia Sex Lebih Mantap

Dilansir dari Psychology Today ahli terapis Arlene Goldman mengungkapkan ada beberapa elemen bercinta yang harus Anda perhatikan. Bukan saja ketika Anda tengah bercinta, tapi juga sebelum dan sesudah kegiatan seks itu berlangsung.

Biarkan saja terjadi
Aktivitas seks bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Seks harus berlangsung dengan spontan tanpa paksaan. Santai dan nikmati proses bercinta Anda dengan wajar. Jika Anda merasa ingin orgasme, jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Bereksplorasilah dan ekspresikan gairah seks sesuka hati Anda pada pasangan.

Komunikasi
Komunikasi masih memegang peranan penting dalam masalah asmara, begitu juga untuk urusan seks. Diperlukan sikap saling terbuka dan percaya terhadap pasangan. Jika Anda menginginkan sesuatu jangan ragu untuk memintanya. Lakukan seks ketika Anda sudah cukup siap. Jika Anda merasa belum siap melakukan seks dengan pasangan, sebaiknya hal ini dibicarakan dengan jelas.

Penuhi hasratmu
Menjalani hubungan yang lama dengan pasangan kadang bisa membuat gairah seks Anda menurun. Jangan biarkan hal ini terjadi. Anda masih bisa merasakan kemesraan seperti pertama kali bertemu dengan pasangan. Caranya, cobalah melakukan hal yang baru berduaan dengan pasangan. Cari suasana yang lebih segar. Tak harus berlibur ke luar negeri, jalan-jalan di dalam kota juga seru. Ungkapkan rasa sayang Anda dengan cara yang baru. Mungkin Anda ingin bisa coba menyelipkan kartu berbentuk hati di lipatan piyamanya? Lucu juga...

Cintai tubuh Anda
"Penis saya terlalu kecil." "Payudara saya tidak seksi." Hentikan kebiasaan kurang percaya diri dengan tubuh Anda. Hal semacam ini bisa menurunkan gairah seks karena Anda merasa tidak sempurna. Setiap manusia yang memiliki kekurangan pasti mempunyai kelebihan. Misalkan Anda merasa percaya diri dengan bentuk kaki Anda? Arahkan pasangan untuk menyentuh kaki Anda ketika hendak bercinta. Dijamin gairah seks Anda kembali bergejolak.

Jadilah petualang
Buang rasa malu dan penasaran. Lakukan apa yang ingin Anda lakukan bersama pasangan. Sering kali orang bersikap sangat serius saat berada di atas ranjang. Jangan terlalu serius, anggap seks sebagai permainan yang bertanggung jawab. Temukan hal yang menyenangkan dengan seks. Berbagi fantasi seks dengan pasangan, ada serunya juga. Anda bisa bersikap kreatif dan mencoba sesuatu yang berbeda sesuka hati. "Ini adalah soal belajar dan mencari pengalaman, dan jika itu tak membuat Anda bergairah, yang penting Anda sudah mencoba," ungkap Arlene.

Foreplay dan afterplay
Anda harus mulai memikirkan tentang apa saja yang harus dilakukan sebelum dan sesudah bercinta. Foreplay berlangsung di luar kamar tidur. Sebelum bercinta Anda tentunya harus bisa mendapatkan hati sang pasangan. Dari melakukan hal kecil bersama, apa saja bisa Anda lakukan untuk lebih mengenal pasangan. Jangan bersikap acuh setelah urusan bercinta selesai. Anda dan pasangan harus tetap mempertahankan kedekatan walaupun kegiatan seks telah selesai. Intinya proses adalah sesuatu yang indah. Jangan sekali-kali Anda menyepelekannya.

Seks yang aman
Setiap orang harus melakukan seks dengan aman. Jika Anda memiliki pasangan baru, Anda harus lebih dulu mengenalnya dengan baik. Seks memiliki risiko yang cukup tinggi, maka Anda haruslah berhati-hati. Hendaklah bercinta dengan menggunakan alat pengaman atau kondom. Melakukan seks hanya berdasarkan cinta tak akan membuat Anda merasa tenang.

Hilangkan stres
Setiap pasangan membutuhkan waktu untuk bersantai. Anda bisa menggunakan kemesraan atau seks sebagai obat penghilang stres. Cobalah menghabiskan akhir pekan Anda dengan pergi berkencan atau menikmati kolam air panas berdua dengan pasangan.

Sehat sepanjang masa
Orang yang tak terpenuhi kehidupan seksnya biasanya jadi depresi. Tapi untuk melakukan seks yang menyenangkan Anda perlu energi. Anda harus menyeimbangkan waktu istirahat Anda. Jangan sampai demi memenuhi kebutuhan seks, Anda jadi kekurangan waktu tidur dan tidak bisa berkonsentrasi di kemudian hari.

Read More......

Orgasme Dalam Imajinasi

Di bawah judul Dahaga Yang Lebih, Sebuah Sketsa tentang Erotik, Hardiman melukiskan erotik sebagai ritual interaksi personal dalam ruang intim. Dalam erotik ada penangguhan pelepasan hasrat dan pengabulannya, pencapaian kepuasan dan munculnya gairah baru, sebuah lingkaran hasrat akan tubuh yang akan dinikmatinya itu tak habis-habisnya menghasilkan dahaga baru.

Singkatnya, menurut Hardiman, erotik lebih daripada sekadar interaksi hormonal. Ia adalah interaksi personal dalam ruang intim yang tercipta oleh pengalaman kebertubuhan. Lantaran itu erotik juga merupakan permainan gairah dalam ruang imajinasi.

Ritual Kebertubuhan

Pengalaman kebertubuhan adalah sebuah ritual. Ritual itu berawal dari saling memandang dengan senyum (yang kadang genit). Lantas, mendekat dan sepasang pencinta merapatkan bibir, memagut, merasa dan menelan kehangatan. Elusan pada rambut, meraba, menyentuh, membuka kancing baju perlahan satu-satu, mendorong, menindih, mendesah, memejamkan mata, memeluk, bercengkarama dalam telanjang, mengejang, orgasme, lantas mengerang panjang dan akhirnya lelah-terkulai. Selesai.

Ritual itu bisa berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, bisa juga dalam sekejap. Dalam rentang waktu itu setiap pencinta mengarungi sebuah pengalaman yang tak terlukiskan. Sebuah ritual yang pada ujungnya menyisahkan paradoks. Ada keserentakan yang terjadi antara kepuasan dan ketidakpuasan, antara kenikmatan pada yang lebih dan ketakberdayaan, antara pesona yang jelas dalam ruang imajinasi dan keterbatasan penggambarannya.

Mengapa? Apa yang dirasakan ketika sepasang pencinta melaksanakan ritual itu sampai memuncak pada orgasme? Jawabannya beragam, ada yang melukiskan sebagai surga-dunia, nikmat, indah, bahagia, enak, dan ada yang hanya menjawab dengan ‘oh..oh..’. Ada pula yang tidak menjawab apa-apa, karena yang dirasakan dan dialaminya adalah sebuah pengalaman hampa kata, ‘hmm….em…tak dapat saya lukiskan dengan kata-kata, pokoknya…hm..hm..’ Inilah pengalaman personal, yang jawabannya hanya ada dalam ruang imajinasi sang pencinta.

Pertanyaan saya lebih lanjut adalah apa yang ada dalam ruang imajinasi sang pencinta itu? Tulisan ini mencoba untuk menemukan kandungan pengalaman hampa kata tersebut, sambil mencoba untuk menjelaskan tentang orgasme sesksual, cinta dan nafsu.

Dalam sekejap ribuan sperma menerobos masuk, berdesakan menelusuri dinding sanggama, saling menyisihkan, akhirnya hanya satu yang lolos, menyelam lebih ke dalam dan melebur bersama sel ovum. Ketika ritual itu sedang berlangsung tampak sang pencinta bagai kesurupan mengejang-ngejangkan ototnya sambil mengeluarkan kata dan kalimat yang patah, yang tidak dimengerti maksudnya. Inilah yang disebut sebagai orgasme. Pengalaman kebertubuhan.

Orgasme, di samping merupakan cipta hormonal, tetapi juga merupakan cipta imajinasi. Di sini keduanya berbenturan. Secara hormonal, orgasme terpuaskan. Ada pelepasan hasrat. Di sini seksualitas menunjukkan sang pencinta sebagai binatang. Binatang yang puas karena apa yang diusahakannya diperolehnya. Pada tataran ini orgasme merupakan puncak dari ritual hubungan seksual. Orgasme didefinisikan sebagai kepuasan. Sebuah penampakan dari orgasme dalam ruang imajinasi. Dalam tataran hormonal, orgasme seksual dapat didefinisikan.

Akan tetapi dalam ruang imajinasi, orgasme sebenarnya hanya merupakan penampakan dari ketidakjelasan. Ketika sang pencinta sedang bercinta, yang sedang bergolak dalam ruang imajinasinya adalah sesuatu yang tidak dapat dilukiskan, ketidakpuasan, ketidaksempurnaan, dan juga ketidakjelasan.

Orgasme Dalam Ruang Imajinasi

Dalam ruang imajinasi orgasme seksual memiliki sesuatu yang “lebih”. Yang “lebih” itu tidak hanya kesempurnaan tetapi juga ketidaksempurnaan, kepuasan serentak juga ketidakpuasan, kenikmatan tetapi juga kesengsaraan. Orgasme yang terjadi secara hormonal hanya merupakan sebuah kenikmatan, kepuasan yang lolos dari pertentangan dasyat dalam ruang imaginasi.

Dalam ruang imajinasi paradoks itu berlangsung terus. Kesempurnaan melawan ketidaksempurnaan, kepuasan melawan keterbatasan, kelemahan melawan kekuatan dan seterusnya. Paradoks ini membuat ruang imajinasi sang pencinta senantiasa hidup. Paradoks ini pulalah yang mendorong sang pencinta untuk merasa tertarik pada kekasihnya.

Paradoks inilah yang membuat sepasang kekasih melebur dalam cinta. Paradoks ini juga memisahkan dua pribadi pencinta karena nafsu. Paradoks ini pulalah yang menenteramkan dunia. Paradoks ini pulalah yang membuat dunia tercabik-cabik. Paradoks ini pulalah – dalam konteks ini – yang membuat orgasme sesksual menjadi ritual yang tak terpuaskan.

Kesadaran Sang Pencinta

Orgasme seksual cipta gairah ruang imajinasi adalah sebuah bahan mentah, yang bersifat netral. Pengendali utama, yang berusaha untuk menciptakan orgasme seksual itu punya tempat yang jelas dan benar adalah kesadaran sang pencinta.

Ada dua medan penampakannya, yakni cinta dan nafsu. Kesadaran yang dikendalikan atas dasar cinta mampu menempatkan orgasme seksual dari ruang imajinasi itu secara benar dan jelas. Sedangkan yang dikendalikan oleh nafsu, orgasme seksual akan melahirkan malapetaka.

Rusaknya ritual kebertubuhan karena pengendali utamanya adalah nafsu. Di sini orgasme seksual dipandang sebagai pengkhianatan atas erotisme yang merupakan medan suci dalam ritual kebertubuhan. Pemerkosaan, bercinta dengan paksa, sodomi dan berbagai macam tindakan pelecehan seksual merupakan bukti nyata pengkhianatan pada erotisme. Kebencian, trauma, pembunuhan, balas demdam, marah dan sikap tidak menghargai merupakan dosa erotisme.

Sedangkan ritual kebertubuhan yang berlandaskan pada cinta merupakan pemurnian atas erotisme. Di sini, orgasme sesksual diterima sebagai sebuah kepuasan, karena ada penyerahan diri, kepasrahan yang tulus, yang terjadi di antara sepasang pencinta. Hubungan seksual antara sepasang suami istri merupakan bukti nyata orgasme seksual atas dasar cinta.

Orgasme Sebagai Pengutuhan

Akhirnya orgasme dalam erotisme juga merupakan sebuah pengutuhan. Pengalaman kebertubuhan atas dasar cinta itu sendiri merupakan pengutuhan. Ketakterlukiskan tentang orgasme dalam ruang imajinasi ditampakkan dalam bentuk orgasme seksual hormonal, membuktikan bahwa ada pengutuhan. Pengutuhan karena terjadi peleburan di antara sepasang pencinta. Orgasme seksual membuktikan secara jelas bahwa dua orang pencinta menjadi satu dalam ikatan cinta. Mereka tidak lagi dua melainkan satu.

Tetapi perlu dicatat bahwa orgasme seksual cipta gairah ruang imajinasi adalah sesuatu yang labil dan netral. Orgasme seksual atas dasar cinta melahirkan pengutuhan, sedangkan yang berlandaskan pada nafsu menceraikan. Pilihannya ada pada sang pencinta***.



***Kepustakaan :Awalnya tulisan ini dibuat karena “Orgazmo” sebuah film komedi porno yang oleh Los Angeles Times dijuluki sebagai ‘Bissfuly outrageuous’. Sebagai sebuah film komedi tentu yang ditampilkan adalah plesetan atas realitas, bahwa orgasme tidak hanya dapat terjadi harus dengan berhubungan badan, tetapi juga dengan Orgasmorator sejenis alat pembangkit gairah seks yang berpuncak pada orgasme. Dari sini lahirlah sebuah pertanyaan yang cukup serius ‘apa itu orgasme?. Jawaban atas pertanyaan inilah yang melahirkan tulisan kecil ini. Untuk memperkokoh argumentasi maka penulis mencoba mengelaborasi lebih lanjut uraian Franky Budi Hardiman tentang erotisme yang dimuat dalam Bentara Kompas, edisi Rabu 2 Juni 2004. Dalam tulisan ini saya mencoba untuk menguraikan pokok ini secara lebih eksplikatif-sosiologis ketimbang filosofis.

Read More......

the best lovemaking positions for your pleasure

One of the most important aspects to a great sex life is the use of various positions for sexual intercourse. Surprisingly, many people only practice one or two positions, but after years of repetition, sex can become monotonous. So here you are, finally ready to experiment with some new and sometimes wild positions in order to enhance both you and your partner’s sexual pleasure. Some of the best lovemaking positions are listed below to offer you a whole new world of erotic and sensual excitement in the bedroom. Remember, these positions are basic starting points; it is up to you to add your personal sensuous flair to your love sessions!

Updated Missionary: Here is a new twist to a common position. The woman lies flat on her back with her legs straight up in the air, or resting against the man’s chest, while the man is above her to enter her in the kneeling position, or with his legs extended behind him. It allows for deep penetration, and the woman’s hands are free to explore and caress her partner. For increased erotic stimulation, help him manipulate your clitoris or touch his penis as he is thrusting into you.

Side by Side or ‘Doggie Style’: With the woman bent on all fours, the man enters her from behind. It allows deep penetration and full control for the man, evoking carnal desires and intense orgasms for both of you - one of the best lovemaking positions.

Leapfrog: Much like the side by side position, except that the woman falls forward against her knees while the man enters her from behind. This position is ideal for those who wish less penetration due to discomfort. The man is able to caress the woman’s back and buttocks with his hands.

Astride or ‘Woman on Top’: As one of the best lovemaking positions, it is very effective for both deep and shallow penetration. In this almost reverse missionary position, the woman sits on the man’s erect penis with her knees bent, or her feet flat at the man’s sides, while he is lying on his back. This position allows the woman complete movement control. Experiment with your hands or turn around and face his feet. It is guaranteed to drive him wild!

Scissors or ‘Cuissade’: As the man is lying on his side with his bottom leg slightly bent, the penis is inserted while one of the woman’s leg lies over and against the side of his waist, and the other is under his leg to create a scissor-like picture. Though initially tricky to master, many people choose this position as the best way to achieve intense orgasm, possibly even multiple orgasms. Once the man finds that ever-so-sensitive spot, it will surely become one of your favorite lovemaking positions!

When trying any or all of these best lovemaking positions, communication with your partner is not only important, but also an erotic experience. Listen and learn from each other as to what turns you on, and reap the benefits of a satisfying and joyful sex life!

Read More......

Orgasme

Pada tahun 1981, laporan hite menyatakan bahwa 26 % dari tiga ribu wanita yang ikut dalam studi tetap mengalami orgasme. Selama hubungan vaginal, pada saat tidak ada yang mengiringi rangsangan manual dari clitoris mereka. Sementara studi ini hampir dua puluh tahun, saya belum melihat beberapa bukti yang akan menunjukkan jumlah ini berubah secara drastis selama periode itu. Studi juga jika ada rangsangan manual dari clitoris mereka pada waktu yang sama, dan 24 % tidak mengalami orgasme selama berhubungan pada beberapa waktu. Dan lagi, 12 % wanita tidak pernah mengalami orgasme dalam beberapa kondisi, dan 3% belum pernah berhubungan. Itu berarti kira-kira 8 dari 10 wanita tidak mengalami orgasme sebagai akibat dari rangsangan vaginal itu sendiri.

Berdasarkan pada respon 1.500 wanita pada suatu pemberian suara online di Glamour.com

Pertanyaan dalam respon, “Apakah anda butuh rangsangan yang lebih untuk orgasme?” Tanggapan para wanita :

Saya butuh “tangan” 38%
Saya bisa melakukan hanya dari berhubungan 28%
Saya perlu seks mulut 21%
Yang lain 10%
Saya butuh suatu alat getar 3%




Ini menyatakan bahwa lebih dari sembilan belas tahun yang lalu jumlah wanita yang tetap mengalami orgasme sebagai hasil dari rangsangan vaginal /penile sendiri tidak berubah, 26% lawan 28%. Paling banyak kalau bukan orgasme. Itu tidak diketahui 62%, perlu rangsangan langsung dari clitoris mereka. Mereka mengalami orgasme. Itu tidak diketahui apakah “yang lain” termasuk bentuk lain dari rangsangan clitoris sehingga persentasenya mungkin lebih tinggi.



--------------------------------------------------------------------------------

Kenapa seperti persentasi rendah? Jawaban untuk bagian–bagian itu terdapat dalam anatomi organ seksual kita. Daerah erogenus utama seorang pria yang paling sering adalah penisnya, seorang wanita adalah clitorisnya mengingat asal ilmu embrio umum dan struktur dari keduanya, ini akan kelihatan membuat pengertian yang sempurna. Alsannya mereka begitu peka bahwa mereka mempunyai jumlah yang tinggi dengan ujung-ujung urat syaraf. Jumlah yang lebih besar dari ujung-ujung urat syaraf yang berujung seperti batang penile, hanya dalam kebenyakan area yang lebih kecil. Ini berakibat pada organ yang sangat peka, bahkan mungkin lebih dari pada penis.




--------------------------------------------------------------------------------

Oleh karena itu beberapa wanita masturbasi dengan merangsang sendiri vagina mereka, kelihatannya tidak sama peka pada rangsangan seksual dengan clitoris. Analisis dari anatomi vagina menyatakan bahwa tidak sama padatnya jumlah ujung-ujung dengan syaraf yang ada biasanya ditempatkan hanya dekat pembukaan vaginal. Alasan jumlah urat syaraf vagina tidak tinggi mungkin karena juga dipakai sebagai kanal kelahiran. Nampaknya penjumlah produktif yang sangat peka pada vagina ketika datangnya waktu bagi seorang wanita untuk melahirkan.




--------------------------------------------------------------------------------

Selama berhubungan vaginal penis seorang pria secara langsung dirangsang oleh dinding vagina pasangannya, gerakan labia minoranya sebaiknya tidak langsung merangsang clitoris seorang wanita. Tusukan penis menggerakkan labia dimana-mana, menarik clitoris itu sendiri. Karena ukuran dan bentuk labia dalam wanita sangat bervariasi, dan memperlihatkan beberapa rangsangan yang sama selama berhubungan. Clitoris seorang wanita mungkin juga dirangsang oleh tulang panggul pasangannya dan menumpuk seperti dia menekan dalam kearah tubuhnya pada gerak maju. Selama berhubungan, daerah erogenous utama seorang pria secara langsung dirangsang pada semua sisi dan daerah erogenous wanita yang tidak langsung dirangsang pada suatu cara yang tidak tetap, seharusnya kita terkejut bahwa laki-laki biasanya menggapai orgasme tetapi wanita tidak?




--------------------------------------------------------------------------------

Faktor lain yang perlu diingat adalah waktu. Seorang laki-laki rata-rata bisa masturbasi hingga orgasme dalam tiga menit, seorang wanita dalam lima menit(*). Menurut kondisi ideal yang mungkin dipertimbangkan, seorang pria umumnya mencapai orgasme dua menit sebelum seorang wanita melakukan. Ambil dan terapkan informasi ini untuk berhubungan, dimana pria menerima langsung rangsangan dan wanita tidak langsung menerima rangsangan, anda bisa lihat bagaimana perbedaan waktu ini bisa bertambah secara astronomi. Jika seorang wanita tidak menerima tingkat rangsangan yang sama, dan untuk durasi yang sama, seperti dia sedang melakukan masturbasi, adalah mudah untuk melihat bagaimana dia tidak akan mencapai orgasme selama berhubungan. Menjadi sangat tidak mungkin, bukan masalah berapa panjang pria terus-menerus menusuk. Hanya ini unsur-unsur untuk suatu orgasme.



--------------------------------------------------------------------------------

* Ini adalah kutipan dari buku The Clitoral Truth oleh Rebecca Chalker:

“Menggunakan banyak wanita jauh lebih lama dari pada pria untuk bangkit - selama setengah jam dalam beberapa kasus. Ilmuwan seks California William Hartman dan Marilyn Fithian memantau di laboratorium bahwa lebih dari 20.000 orgasme dan menemukan bahwa rata-rata menggunakan dua puluh menit untuk wanita mencapai orgasme. Beberapa wanita, dapat mengambil setengah jam atau lebih dari rangsangan terus menerus untuk pindah kedalam jarak orgasmic.”

Pernyataan saya tentang para wanita dapat bermasturbasi hingga orgasme dalam lima menit hanya bermaksud untuk membuat suatu titik; itu bahkan untuk para wanita yang bisa dengan cepat onani hingga orgasme, mereka umumnya masih menggunakan lebih lama dari pada pria yang rata-rata melakukan hal yang sama. Saya pasti tidak akan berkata ada suatu keuntungan untuk mencapai orgasme yang begiru cepat, jikalau anda tidak mencoba menyembunyikan yang anda sedang lakukan; yang sering menjadi masalah bagi anak-anak, remaja dan para wanita yang tinggal dengan keluarga dan pasangannya. Lima menit adalah periode waktu yang diperoleh dari buku How Big is Big oleh Dr. Zev Wanderer & Dr. David Radell; yang menggunakan informansi dari dua sumber yang berbeda. Saya tidak merasa pasangan-pasangan seharusnya mengharap seks untuk kurang lebih dari setengah jam atau itu terdapat beberapa manfaat dalam melakukan begitu. Kami menghabiskan waktu sedikit menperlihatkan kecintaan secara phisik pasangan kami seperti tanpa mencoba membuat setiap pengalaman seksual yang cepat. Jika anda tidak punya setengah jam atau lebih untuk bercinta dengan pasangan anda, kemudian anda perlu waktu.

Read More......