Sebuah video mesum yang diduga melibatkan pelajar beredar lewat telepon seluler (ponsel) di Blitar, Jawa Timur, sejak tiga hari terakhir.
Adegan percintaan yang melibatkan DA (17), siswa Kelas I SMA Negeri 2 Blitar dengan FT, siswi salah satu SMP Negeri di Blitar itu terekam dalam kamera sebuah ponsel dengan durasi sekitar 8,8 menit.
Diduga, gambar tersebut diambil dari objek wisata Bendungan Serut, Desa Gogo Deso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Kepala Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri Blitar, Endang Murdiyanti, Senin membenarkan jika pria yang terekam dalam ponsel tersebut adalah siswanya.
"Saat kejadian, memang dia (DA) masih tercatat sebagai pelajar di sekolah kami, tapi sekarang sudah dikembalikan kepada orangtuanya," katanya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah menerima rekaman video tersebut. Setelah terungkap, Endang mengaku langsung memanggil kedua orangtua DA untuk membicarakan persoalan tersebut.
"Kami sudah membicarakan dengan orangtuanya dan dengan terpaksa dia kami kembalikan kepada orangtuanya," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Kota (Polresta) Blitar, AKP Ali Rahmat mengaku, hingga kini pihaknya belum mendapat informasi tentang berdarnya video mesum pelajar itu.
"Kami belum mendengarnya. Tapi, kami segera melakukan penyelidikan kasus tersebut," kata Ali berjanji.
Sumber kompas.com
Sabtu, 28 Februari 2009
Video Porno Pelajar di Blitar
Rabu, 11 Februari 2009
Gadis Remaja Dipaksa Jadi PSK
Diduga Diculik, Gadis Remaja Dipaksa Jadi PSK
Seorang gadis remaja yang diduga sebagai korban penculikan dipaksa bekerja di Malaysia. Ironisnya, gadis tersebut harus bekerja sebagai pekerja seks komersial selama tiga bulan. Namun penderitaan yang dirasakan gadis ini tak berlangsung lama. Dengan keberanian, ia berhasil melarikan diri dan melapor ke Konsulat Jenderal RI di Malaysia.
Kini, gadis berusia 15 tahun ini sudah kembali ke pelukan orangtuanya. Didampingi Komisi Nasional Perlindungan Anak, Senin (9/2), gadis ini mengaku diculik oleh lima pria. Ketika itu, dirinya hendak berangkat ke sekolah, tepatnya di Way Kanan, Lampung. Walau berhasil kabur, gadis ini mengaku masih ada sekitar 150 anak di bawah umur asal Indonesia yang dipaksa bekerja sebagai pelacur dan pelayan bar di Malaysia.
Lima Wanita Muda Dijadikan Pelacur di Tanjungpinang
lima wanita muda asal Pulau Jawa dijadikan pelacur di sejumlah tempat hiburan malam di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mereka tergiur merantau setelah dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pelayan kafe.
Kasus ini terbongkar belum lama ini. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang Inspektur Satu Polisi Setinggari menduga, mereka telah menjadi korban sindikat penjualan wanita. Setelah meneken surat perjanjian bekerja, mereka justru dipekerjakan sebagai pelacur di Lokalisasi Batu 14 Tanjungpinang. "Mereka tak bisa berbuat apa-apa kecuali manut," kata Setinggari.
Setinggari menambahkan, kelima wanita malang itu tak pernah dibayar selama bekerja melayani pria hidung belang. Semua "uang lelah" mereka diambil mucikari. Alasannya uang itu akan digunakan untuk melunasi utang biaya hidup selama mereka tinggal di Tanjungpinang. Dalam waktu dekat mereka rencananya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
